Pengakuan Pacar Neymar Soal Hilang Keperawanan

sumberphoto: liputan6

Bruna Marquezine buka-bukaan mengenai hal pribadinya. Dalam talkshow dengan sebuah stasiun televisi di Brasil, aktris cantik yang juga kekasih bintang Barcelona, Neymar, tersebut membeberkan kapan dia melepas keperawanan.

Dalam program bertajuk ‘Lady Night’, Bruna menjawab pertanyaan sang presenter dengan lugas. Dia mengakui pertama kali bercinta di usia yang masih sangat muda, “11 tahun,” kata Bruna.

Pengakuan Bruna tak cukup sampai di situ. Dia menjelaskan bagaimana dan kepada siapa dia menyerahkan keperawanan.

“Saya melakukan bersama pacar saya kala itu, Pedro, di sebuah hotel. Saya pergi dari rumah ketika orang tua sedang terlelap,” jelasnya seperti diberitakan elbalonrosa.

sumber : liputan6.com

balapan yang aneh di beberapa sirkuit-motogp

sumberphoto:liputan6.com

memasuki seri kedua di Argentina. Balapan MotoGP nanti bakal digelar di sirkuit Termas de Rio Hondo pada 9 April nanti.

Sirkuit Termas dikenal cukup angker karena kerap tak bersahabat dengan ban. Cuaca panas di MotoGP Argentina 2016 membuat ban kehilangan daya cengkeram dan cepat aus.

Musim lalu, pembalap diharuskan untuk ganti motor di pit stop. Itu karena dikhawatirkan bisa membuat pembalap berjatuhan karena kehilangan cengkeraman pada ban

selain itu juga Balapan di MotoGP Australia 2013 dipenuhi drama. Ini karena sirkuit Philip Island baru saja diaspal ulang dan ini ternyata tidak cocok dengan kondisi ban Bridgestone, ban resmi MotoGP saat itu.

Karena dikhawatirkan terjadi overheating, untuk pertama kalinya di sejarah MotoGP, pembalap diwajibkan lakukan pit stop. Itu dilakukan di tengah-tengah balapan.

Pembalap diwajibkan masuk pit stop untuk ganti motor di lap ke-9 atau 10 balapan. Ini berjalan sempurna untuk semua pembalap, kecuali Marc Marquez.

Saat itu, Marquez telat ganti ban sehingga terpaksa diberi bendera merah. Untung saja, kegagalan ini tak membuatnya gagal menjadi juara.

sumber : liputan6.com

Rossi Cemaskan Aspal Sirkuit-motogp-argentina

sumberphoto:liputan6.com

Pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi, menyoroti dua hal yang bisa menjadi kendala untuk menang di MotoGP Argentina, akhir pekan ini. Pertama, pemilihan ban dan kedua kondisi aspal di Sirkuit Termas de Rio Hondo.

Dalam konferensi pers jelang sesi latihan bebas pertama, Rossi mengatakan, berdasarkan pengalaman tahun lalu, permukaan lintasan dengan panjang 4,8km membuat dirinya sempat mengalami kesulitan.

Kondisi aspal di setiap sirkuit terkadang dengan cepat berubah. Terutama ketika hujan mulai mengguyur lintasan balap kuda besi MotoGP. Karena itulah Rossi mengharapkan agar balapan seri kedua nanti bisa berjalan dengan lancar.

“Saya berharap kondisi aspal yang baik karena tahun lalu itu sulit bagi kami. Kami akan mencoba untuk bekerja lebih baik dan berusaha untuk sekali lagi naik podium,” tutur Rossi,

Kendati terbentur informasi mengenai kondisi aspal, namun Rossi meyakini jika dirinya bakal merebut podium di MotoGP Argentina. Jika The Doctor sukses merebut kemenangan di sana maka ini akan terasa istimewa mengingat pada akhir pekan nanti, dia akan menandai balapan di kejuaraan grand prix ke-350.

“Sekarang kami pergi ke Argentina, ini adalah trek yang saya sangat suka dan senang balapan di sini. Kami akan mencoba untuk bekerja lebih baik dan untuk mendapatkan kembali podium!” jelas Rossi.

sumber:liputan6.com